Recent Posts

Nikmat yang mana?

HANYA SETITIK
فباي الاءربكماتكذبان
“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
 
Hanya setitik sakit di lututku karena terjatuh ketika main bola didalam kelas. Sakit yang nggak biasa di lututku itu membuatku melakukan gerakan rukuk dan sujud dengan perjuangan ekstra. Tak sampai disitu, aku pun kehilangan senyuman khasku selama beberapa hari. Terduduk diri ini sambil menerobos renungan dunia yang hampir tak ada habisnya sambil memegangi lutut yang sakit.

Teringat di benakku bahwa aku pernah mengalami hal yang sama ketika aku disunat. Hanya setitik memang, tetapi setitik itu membuatku menghabiskan sebagian besar waktuku diatas tempat tidur selama dua hari. Dua hari yang terasa sangat lama bagiku waktu itu. Akupun tak bisa tersenyum selama dua hari waktu itu.  Tak terasa, senyuman hampir saja menghiasi wajahku saat membayangkan hal itu. Ku coba hibur diriku tuk tersenyum, tetapi rasa sakit ini masih melawan.
Entah kenapa naluri seakan mendorong tuk mengambil Al-Qur’an diatas lemari. Ku ambil Kitab nan indah itu. Belum sempat kubuka, terlintas di jiwa ku, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?”. Terlintas lagi, “Dan di bumi ini ada tanda-tanda bagi orang yang yakin, dan didalam dirimu sendiri, tidakkah engkau melihat?”.
Segera saja kubuka Al-Qur’an ku cari ayat itu, ayat yang memang pernah ku hafal. Oh, aku lupa. Aku langsung teringat dengan kitab Fathurrahman yang tadi ku pinjam kepada temanku pada ekstrakulikuler Fahmil Qur’an. Kucari ayat itu, aku menemukannya!
Untuk pertama kali sejak sakitnya lututku senyum terpancar di wajahku.
Sungguh sempurna ciptaan-Mu, Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Besar Engkau. Sehingga di setiap titik di tubuh ini saling berhubungan. Setitik saja bermasalah karena ulahku, langsung tak dapatku menahankan sakitnya. Sungguh adil ketetapan-Mu. Duhai, sangat jauh diri ini dari rasa syukur. Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang, ajari hamba tuk bersyukur.
“Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kau dustakan?”
“Dan di bumi ini ada tanda-tanda bagi orang yang yakin, dan didalam dirimu, apakah engkau tidak melihat?”
Dua kalimat yang menggetarkan. Wahai Yang Maha Pengasih, tak ada yang hamba dustakan. Hanya setitk sakit, hampir saja air mata mengalir di pipi ini.
“Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kau dustakan?”
Tidak ada. Betul, tidak ada. Wahai Allah, tak pantas diri ini tuk mendustakannya. Tak pantas diri ini tuk melakukannya. Terima kasih atas pengajarannya wahai Tuhanku. Ajari hamba tuk bersyukur kepada-Mu.
Mughirah bin Syu'bah berkata, "Sesungguhnya Rasulullah bangun untuk shalat sehingga kedua telapak kaki atau kedua betis beliau bengkak. Lalu dikatakan kepada beliau, 'Allah mengampuni dosa-dosamu terdahulu dan yang kemudian, mengapa engkau masih shalat seperti itu?' Lalu, beliau menjawab, 'Apakah tidak sepantasnya bagiku menjadi hamba yang bersyukur?'"(HR. Bukhari-Muslim)

sumber:http://coretanhiduppelajarkoskosan.blogspot.co.id/2016_04_01_archive.html
SHARE

Milan Tomic

Hi. I’m Designer of Blog Magic. I’m CEO/Founder of ThemeXpose. I’m Creative Art Director, Web Designer, UI/UX Designer, Interaction Designer, Industrial Designer, Web Developer, Business Enthusiast, StartUp Enthusiast, Speaker, Writer and Photographer. Inspired to make things looks better.

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html