Apa yang kau dapatkan darinya ?
Oleh:M.Khairi albanna.S (pembelajar)
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh
Pengaruh budaya barat lambat laun mulai menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Budaya barat yang terkesan bebas dapat dengan mudah di terima masyarakat indonesia yang saat ini membutuhkan perubahan. Fenomena budaya barat ini sering disebut dengan “modernisasi “ bagi sebagian masyarakat tidak terkecuali para remaja di negara ini.
Remaja adalah tolak ukur suatu negara dalam 10 sampai 15 tahun ke depan, jika dalam suatu negara terdapat remaja yang baik maka dapat di pastikan bahwa negara itu akan baik pula kedepannya begitupun sebaliknya. Hal inilah yang coba di lakukan bangsa bangsa barat untuk menghancurkan negeri ini, mereka tidak menghancurkan negara ini dengan jalan peperangan atau kekerasan karena mereka tau karena cara itu tidak akan berhasil dan akan menghabiskan banyak biaya. Jadi mereka ambil cara yang lain dan lebih praktis dalam menghancurkan negri ini yaitu dengan cara memasukkan kebudayaan mereka yang bertentangan dengan agama agar masyarakat negara ini terlena dan akhirnya juga mengakui bahwa ini adalah kebudayaan mereka juga dan menjauhkan negeri ini dari agama.
Fenomena “pacaran” juga menjadi senjata ampuh mereka, sasaran mereka bukanlah kaum dewasa melainkan kaum remaja yang akan memimpin negara ini 10 sampai 15 tahun kedepan. Mereka mencoba mempengaruhi para remaja di negara ini dengan kata kata “cinta” agar mereka melupakan kewajiban mereka dan terbuai dalam teori teori cinta yang mereka buat. Mereka mencoba menjauhkan agama dari para remaja dengan cara cara mereka, dengan melandaskan semuanya dengan kata “cinta”. Padahal para remaja belum mengetahui hakikat cinta yang sebenarnya tetapi karena terus di berikan kata kata memuakkan oleh mereka maka para remaja menganggap cinta adalah segala galanya. Remaja yang seharusnya menjadi generasi emas dengan cara berpikir cara merubah negara ini malah terjerembab ke dalam jurang dalam yang di sebut “ pacaran” mereka ikut ikutan dan terkesan membanggakan diri dengan status pacaran mereka. Mereka rela berdosa agar dapat berduaan dengan pacarnya dan melandaskan semuanya pada kata cinta. Mereka rela durhaka dan berbohong pada orang tua demi berjumpa dengan manusia biasa yang mereka namai pacar.
Ketika hal ini saya coba tanyakan pada remaja remaja itu, mereka memiliki segudang alasan yang tidak masuk di akal. Mereka rela matia matian membela kata “pacaran”
“kami kan pacaran hanya untuk sebagai teman curhat saja”. Begitulah kata mereka. Kalau memang alasannya adalah untuk saling curhat mengapa harus ada ikatan yang tidak jelas diantara keduanya?. Mengapa mereka rela gelap gelapan jikalau hanya untuk sekedar curhat belaka?.
Mereka beralasan lagi “kami gak ngapa ngapain kok Cuma pegangan tangan aja biar gak kesepian” . hah.. inilah alasan teraneh yang pernah saya dengar . kalau memang mereka merasa kesepian bukankah lebih baik mereka bercerita pada orangtuanya? Orang tualah yang menyayangi mereke sepenuhnya tanpa ada maksud terselubung di belakangnya. Lha kalu sama pacar? Dia itu siapa kita sih? Saudara bukan kerabat bukan tapi kita kok mau di pegang, di belai sama dia. Memang tak semua orang jahat tapi orang baik tidak akan pernah pacaran karena ia tau pacaran itu banyak mudharatnya dan mendorong ke perbuatan zina.
Namun mereka masih memiliki alasan lagi “kan gak ada dalil yang melarang pacaran” . lha bukannya allah telah mengharamkan kita untuk mendekati yang namanya zina?. Sedangkan jika kita berpacaran kita saling pegang pegangan tangan, saling belai membelai bahkan ada yang sampai melakukan perbuatan dosa besar dengan cara berzina. Masya allah......
Maka ketika orang barat tadi melihat mereka telah berhasil merusak negeri ini. mereka dengan bangga menertawakan kita yang dengan mudah di bodohi oleh mereka. Mereka telah berhasil merusak negeri ini dengan masih 1 cara saja. Belum lagi cara cara lain mereka yang entah apalah itu seperti Free sex dan yang lainnya.
Naudzubillahtsumma naudzubillah
Assalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh
0 komentar:
Posting Komentar