Makna yang ini Makna yang itu
Yang namanya pelajar tak pernah lepas dari cinta yang datang bergemuruh, apalagi jikalau pelajar itu menuai pendidikan di kebanyakan sekolah formal yang menggabungkan kaum Adam dan kaum Hawa dalam satu kelas.
Ah, rasanya wajar saja kalau hal itu terjadi. Tapi cobalah wahai pelajar. Cobalah tuk bersikap sebagai pembelajar sejati kala dihinggapi rasa cinta di dalam kalbu. Beda pelajar dengan pembelajar. Pembelajar tak hanya sekedar datang, belajar, beli jajan, pulang. Pembelajar harus bisa memeras makna-makna yang terkandung dalam lika-liku hidupnya.
“Lantas dimana aku mencari maknanya?”, tanyamu.
Segala Puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Di Al-Qur’an lah kau bisa selami makna hidup ini.
Bagaimana sikap pembelajar dalam jatuh cinta?
Sama saja dengan yang lain, yang membedakan hanya sikap yang diambil. Pembelajar akan mempu meresap makna dari rasa cinta yang menghampiri hatinya.
Terus, terus?
Seseorang takkan senggup berlama-lama memandang wajah orang yang ia jatuh hati padanya. Jikalau saja ia berpapasan pasti dia akan salah tingkah, hatinya panas dingin, antara mau dan malu dalam memandang. Ada juga yang curi-curi pandang kalaupun terpandang langsung buang muka dengan jantung yang berdebar-debar tak karuan.
Seperti itu pulalah seorang pembelajar. Hanya saja pembelajar harus mampu menyelami maknanya.
Sebagian orang bertanya, “Kenapa di dunia ini kita tak bisa melihat Allah secara langsung?”.
Begini, seseorang tak bisa berlama-lama memandang orang yang hinggap di hatinya. Asbab dia menilai bahwa orang itu indah menawan. Itu manusia sama manusia. Kala yang ia cintai bersenyum, cemberut, bingung, kan selalu indah jika dipandang.
Allah tak bisa dilihat langsung di dunia ini karena keindahan-Nya yang sempurna.
“Allah itu indah dan mencintai keindahan”, sabda Rasulullah.Mata ini takkan sanggup melihat Dia Yang Maha Agung.
لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَٰرَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-An’am ayat 103)
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Mulk/67:12)
Jangankan melihat, melirikpun kita takkan sanggup. Maka ingatlah kisah Nabi Musa, kala ia berada di bukit Thur Sina dan meminta kepada Allah.
وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”. (QS. Al-A’raf/7:144)
Nabi terbesar dari kalangan Bani Israil itu tak sanggup melihat Allah, tak sanggup memandang Tuhan Semesta Alam. Padahal, Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang dapat berbicara dengan Allah secara langsung. Allah itu Maha Indah. Maka cintailah Dia diatas cintamu kepada apapun.
Sungguh dusta jikalau kau menyebut dirimu mencintai-Nya dan kau sedang dalam keadaan durhaka kepada-Nya. Kedua hal itu bertentangan. Takkan bisa dikatakan keduanya sekaligus. Durhaka kepada-Nya berarti tak taat kepada-Nya. Adakah cinta dalam ketaktaatan? Tapi percayalah, Dia itu Maha Pengampun.
Dia telah memberi kita larangan. Jika kita cinta kepada-Nya jangan pernah lakukan larangan ini. Kalaupun kau melakukannya pada masa lalu atau jika suatu saat tercicipi olehmu maka mintalah ampunan-Nya. Sungguh Dia Maha Pengampun.
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra’/17:32)
Jauhi itu sebagai bukti cintamu pada-Nya.
Ah, jika kau cintai seseorang pasti kau akan berbuat sebaik mungkin untuknya. Berusaha untuk tak mengecewakannya. Cinta kepada lawan jenis bukanlah kekejian. Tapi bagaimana kau merealisasikan rasa itulah yang terkadang salah. Realisasikanlah sesuai sunnah Nabi-Nya. Jika kau tak sanggup, puasalah. Demikian solusi dari Sang Nabi.
Imam Syafi’i bersyair.
Engkau durhaka kepada Allah,
dan sekaligus menaruh cinta kepada-Nya.
Ini adalah suatu kemustahilan.
Apabila benar engkau mencintai-Nya,
pastilah engkau taati semua perintah-Nya.
Sesungguhnya orang menaruh cinta,
Tentulah bersedia mentaati perintah orang yang dicintainya.
Dia telah kirimkan nikmat-Nya kepadamu,
setiap saat dan tak ada rasa syukur,
yang engkau panjatkan kepada-Nya.
Sungguh, rasa cinta di hati setiap insan adalah anugrah-Nya yang sudah mesti disyukuri. Bersyukurlah. Cinta antara dua insan adalah perasaan membadai yang sanggup menahan kantuk setiap raga yang tengah mengalaminya. Namun perasaan yang demikian jika tak dipetik maknanya akan menghilangkan keaggunannya. Cinta inipun unik,kita tak bisa mencintai semua orang dalam rasa yang sama. Cinta juga perlu dijaga sebab tabiatnya tak diam, selalu bergerak.
Cinta letaknya dihati. Hati bisa dikuasai oleh akal, bisa pula oleh nafsu. Maka cegahlah nafsu untuk menahkodai hati, sebab kebanyakan keputusan nafsu adalah keputusan yang tak baik.
“Cinta dari mata turun ke hati”, ujar nasihat yang entah dari siapa. Kenalilah, pandangan manusia sangat mudah tertipu. Itulah kenapa kita punya dua mata tetapi diberi penutup. Karena ada saatnya kita mesti menutup mata dan meresapi makna dari apa yang tampak di mata.
Rasa cinta seorang anak Adam ke anak Adam lainnya adalah sifat yang manusiawi. Tapi berhati-hatilah dengan cinta yang bisa saja terbelut nafsu jahat di dalamnya.
Jikalau tak cermat memetik makna, hancurlah orang yang tengah dilanda cinta.
Sedikit goresan luka dihati namun sakitnya seakan sedang disayat belati, sakitnya tak kelihatan memang tapi sangat menusuk kedalam sanubari. Sedikit kata kiasan yang menggambarkan seseorang yang tengah patah hati karena asmara. Allah telah menciptakan segala yang ada di langit dan di bumi baik makhluk hidup maupun tak hidup, baik yang berakal maupun tidak, baik yang jahat maupun yang baik. Dia pulalah yang menciptakan pasangan bagi semuanya. Banyak sekali orang mengeluh karena belum mendapatkan jodoh yang sesuai dengan keinginannya. Mereka terlalu sibuk mencari yang lebih dan lebih baik lagkarena sifat manusia adalah tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Kami punya cerita yang mungkin bisa menjadi tolak ukur pembaca sejauh mana saudara sudah mencarijodoh namun tak juga bertemu dengan yang tepat.
Alkisah dahulu kala hiduplah seorang pemuda yang sangat kaya yang ingin sekali memiliki istri yang sempurna dengan paras yang cantik, ayu, pintar, dan baik akhaknya. Namun keinginannya ini belum juga terlaksana dikarenakan tidak ada satu wanita pun yang sanggup memenuhi persyaratan yang dia ajukan. Akhirnya di temuinyalah seorang bijak dan mengadukan masalahnya ini padanya, sang orang bijak tadi hanya tersenyum dan berkata “pergiah kamu ke hutan! Petiklah satu bunga yang menurutu paling indah, setelah itu bawa kepadaku tapi jangan pernah kau kembali ke tempatmu yang sebelumnya. Akhirnya sang pemuda tadi pun pergi dengan wajah senang karena iya yakin akan menemukan bunga yang di inginkan oleh si orang bijak tadi. Diihatnya satu persatu bunga yang ia temui di hutan, setiap kali ia ingin mengambil bunga yang cocok ia selalu berfikir bahwa di depan nanti akan ada yang lebih bagus dan indah daipada yang ingin di petiknya tadi.sampailah ia di ujung hutan dia baru tersadar bahwa ia belum mengambil satupun bunga yang diinginkan oleh si orang bijak, dengan wajah kecewa ia datang menemui orang bijak tadi.
“Mana bunganya?” tanya sang orang bijak tadi
“Saya tidak mendapatkannya”
“Mengapa?” tanya orang bijak tadi
“Karena aku berfikir bahwa di depan nanti aku akan menemukan bunga yang lebih bagus dan lebih indah lagi” jawab si pemuda itu lesu.
“Ha... ituah jawaban dari permasaahanmu”
Kauterau sibuk mencari pasangan yang sempurna, karena yang sempurna tidak akan pernah ada, kau tak menyadarinya sehingga kau hingga sekarang belum juga memiliki pasangan.
Walaupun cerita di atas hanyaah dongeng namun sedikit banyak kita dapat mengambil pelajaran berharga darinya, yaitu, janganlah kita mengharapkan yang terbaik, tetapi cobaah melakukan yang terbaik terhadap dirimu, niscaya aah juga akan perbaiki jodohmu.
Jangan pernah takut mendapat pasangan yang di anggap tidak cocok karena allah sendirinya yang menjamin bahwa orang yang baik hanya untuk orang yang baik pula dan yang jahat untuk yang jahat pula.
اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)
Anda masih belum percaya bahwa allah telah menyiapkan jodoh anda? Bukalah alquran dan lihatlah surah yasin ayat ke 36.
“Maha Suci
Yang lebih istimewa dan menakjubkan lagi allah meletakkan ayat tentang berpasang pasangan pada surah dan ayt yang serasi yaitu surah ke 36 dan ayat ke 36. Subhanallah maha suci engkau ya allah.
Maka apakah pantas kita sebagai hamba yang berlumuran dengan dosa ini mengingkarinya?Apakah pantas kita yang hanya terbuat dari tanah berjalan dengan sombongnya di atas buminya? MasyaAllah. Semuanya berpulang kepada pribadi kita masing masing.
Akhirnya pula, cintailah Allah diatas cintamu kepada yang lain.
“Semakin kau coba tolak kekuasaan
Allah semakin kau yakin
Akan kebesarannya”
- M.Khairi Al-Banna Sihaloho –
“Ambil makna dari setiap sisi kehidupan, sungguh mantap kali rasanya”
- Muhammad Reza Kurniawan Lubis -
0 komentar:
Posting Komentar